KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITAS)
Kompetensi Dasar :
3.2 Menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di
Indonesia beserta ancaman dan pelestariannya beserta ancaman dan pelestariannya.
4.2 Menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman
hayati di Indonesia dan usulan upaya pelestariannya.
A. Pengertian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman → keadaan yang
bermacam-macam terhadap suatu benda yang
terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal, ukutan, bentuk, tekstur maupun jumlah.
Hayati → sesuatu yang
hidup.
Keanekaragaman hayati → keberagaman dari mahluk hidup yang
bisa terjadi akibat adanya perbedan-perbedaan, di antaranya perbedaan bentuk, ukuran, warna, jumlah tekstur, penampilan dan
juga sifat-sifatnya.
Keanekaragaman hayati merupakan beranekaragamnya makhluk hidup dalam suatu
lingkungan tertentu. Keanekaragaman tersebut berdasarkan pada ciri-ciri dan
sifat yang diamati. Keanekaragaman hayati ditimbulkan oleh 2 faktor, yakni faktor gen dan faktor lingkungan. Keanekaragaman hayati menyebabkan tumbuhnya
berbagai jenis hewan dan tanaman yang ada dilingkungan sekitar kita.
Keanekaragaman tidak hanya terjadi pada antar jenis, akan tetapi dalam satu
jenispun terdapat keanekaragaman. Variasi merupakan perbedaan yang terdapat pada suatu individu
dalam satu spesies. Faktor penyebab terjadinya variasi pada makhluk hidup
diantaranya adalah :
- Faktor luar, misalnya dikarenakan oleh suhu, tanah, dan makanan.
- Faktor dari dalam, misalnya rekombinasi dari gen.
B. Tingkat Keanekaragaman Hayati
Adapun keanekagaraman hayati mencakup 3 tingkatan. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya.
1. Keanekaragaman Tingkat Gen
Keanekaragaman tingkat genetik
terjadi karena adanya keanekaragaman susunan gen. Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi tersebut menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas yang terjadi secara alami atau secara buatan.
Faktor lain
yang berperan memengaruhi keanekaragaman gen yaitu lingkungan. Sifat yang
muncul pada
individu merupakan interaksi antara gen dengan lingkungan.
Ciri-ciri keanekaragaman genetik :- Nama ilmiah sama
- Adanya variasi
- Perbedaan morfologi tidak terlalu mencolok
Contoh :
- Bunga
mawar (Rosa hybrida)
Salah satu contoh lainnya ada pada bunga mawar.
Meski sama-sama bunga mawar dan mempunyai nama spesies Rosa hybrida, tetapi
warna mahkota pada bunga mawar bisa berbeda. Hal ini karena susunan gen
penyusun bunga mawar yang satu dengan bunga mawar yang lain berbeda.
- Lalat
buah
Contoh lain juga terjadi pada lalat buah (Drosophila
melanogaster). Kalau kita perhatikan dari gambar, meskipun
sama-sama lalat buah, tapi mata lalat ini bisa berbeda. Lalat yang satu
berwarna merah, dan yang satunya berwarna putih. Ini pun menunjukkan bahwa
adanya keanekaragaman genetik.
- Buah mangga
Bagi yang suka makan mangga tentu kalian mengenal beberapa ragam jenis
mangga. Seperti mangga manalagi, mangga golek, mangga gadung, mangga arum manis
atau mangga apel. Dari sisi buahnya mangga-mangga tersebut memiliki rasa dan
tekstur yang berbeda-beda begitupun dari segi penampilan fisik tanamannya. Hal ini disebabkan karena susunan gennya yang berbeda.
2. Keanekaragaman Tingkat Jenis
Keanekaragaman jenis merupakan variasi sifat dan karkateristik antar-individu yang berbeda jenis/spesies dalam satu family dalam suatu
habitat tertentu. Keanekaragaman jenis terbentuk karena adanya perbedaan struktur, bentuk, kenampakan dan frekuensi gen. Keanekaragaman jenis dimulai dari tingkat
genus sampai tingkat
kingdom. Keanekaragaman jenis mudah diamati karena memiliki perbedaan yang
mencolok.
Ciri-ciri keanekaragaman jenis :- Tidak ada variasi
- Nama ilmiah berbeda
- Perbedaan morfologi mencolok
Contoh :
- Contoh,
dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang
hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat
dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang
berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang
(ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang
merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang
berbeda.
- Contoh
lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat
mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing. Walaupun
hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara
mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan
warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan
hidupnya.
- Contoh pada kelapa, aren, pinang, dan lontar kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah
akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan
bunga.
3. Keanekaragaman Tingat Ekosistem
Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang
bersel satu (uniseluler) sampai makhluk hidup bersel banyak
(multiseluler). Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan,
air, tanah, dan
kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar
garam), tingkat keasaman, dan
kandungan
mineral. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya. Interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik disebut ekosistem. Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang
terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem.
Perbedaan letak geografis antara lain
merupakan faktor yang
menimbulkan berbagai bentuk ekosistem. Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim yang berpengaruh terhadap perbedaan
temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan
lamanya penyinaran. Keadaan ini juga
mempengaruhi jenis-jenis
flora (tumbuhan) dan
fauna (hewan)
yang menempati suatu daerah.
Ciri-ciri keanekaragaman ekosistem yaitu memiliki vegetasi yang khas untuk setiap
ekosistemnya.
Contoh : padang rumput sintetis,
ekosistem koniver (pinus), ekosistem tundra (lumut) dll.
C. Keanekaragaman Hayati di Indonesia
1. Persebaran Hewan (Fauna) di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis, berada di antara dua benua yaitu benua Asia dan Autralia. Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Berdasarkan letak Geografisnya, wilayah Indonesia dilewati oleh dua garis khayal yaitu Garis Wallace dan Garis Weber. Kedua garis khayal ini menyebabkan terjadinya perbedaan persebaran hewan di Indonesia.
Daerah di Sebelah Barat Garis Weber
Meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Di daerah ini ditemukan berbagai jenis fauna oriental. Jenis–jenis fauna tersebut adalah Gajah (Elephas maximus), Tapir (Acrocodia indica), Badak Bercula Satu (Rhinoceros sundaicus), Harimau Sumatera (Panthera tigris-sumatranus), Orang Utan (Mawas Pongo pygmaeus) dan Beruang Madu (Helarctos malayanus). Tipe fauna Oriental dicirikan dengan hewan menyusui yang berukuran besar, berbagai macam Kera dan Ikan Air Tawar.
Daerah di Sebelah Timur Garis Weber
Wilayah Indonesia yang ada di sebelah timur Garis Wallace memiliki berbagai jenis fauna Autralian yaitu berbagai jenis burung dengan warna bulu yang mencolok. Misalnya: Kasuari (Casuarius casuarius), Cenderawasih, Kakaktua (Cacatua galerita), Nuri (Tanygnathus sumatranus)dan Parkit. Jenis fauna lainnya yaitu Komodo (Varanus komodoensis), Babi Rusa (Babyrousa babyrussa)dan Kuskus (Phalanger spp.).
Daerah Peralihan (Wilayah Wallacea)
Daerah peralihan adalah daerah di antara dua garis Wallace dan Weber. Disebut juga wilayah Wallacea. Semakin ke timur dari garis Wallace, jumlah fauna Oriental semakin berkurang. Sebaliknya semakin ke barat dari garis Weber fauna Australian semakin berkurang. Sementara itu hewan- hewan oriental, misalnya: Burung Hantu (Otus migicus beccarii), Bajing (Callosciurus nigrevitatus) dan Babi (Artamus leucorynchus) melintasi Garis Wallace sampai ke Sulawesi. Hewan Australian yang lainnya, misalnya : Anoa (Anoa depressicornis), Maleo (Macrocephalon maleo).
2. Persebaran Tumbuhan (Flora) di Indonesia
Flora Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia dan Papua Nugini. Indonesia memiliki 2 di antara lima bioma di dunia yaitu bioma hutan hujan tropis dan bioma savana. Tumbuhan khas Malesiana yang terkenal adalah Raflesia arnoldi (Bunga Raflesia). Penyebaran Raflesia meliputi Sumatera (Aceh dan Bengkulu), Malaysia, Kalimantan dan Jawa. Selain itu, terdapat juga Amorphophallus titanum yang sering disebut Bunga Bangkai yang terdapat di Sumatera. Keanekaragaman tumbuhan lainnya yang bernilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan antara lain tumbuhan berbuah seperti Durian (Durio Zibethinus), Rambutan (Nephellium lappacium), Kedondong (Spondias dulcis), Salak (Salacca edulis), dan masih banyak buah- buahan khas tropis lainnya.
Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis
Sifat mencolok dari hutan ini adalah ditemukannya Liana, yaitu tumbuhan berakar ke tanah mempunyai batang panjang, agak ramping, berkelok- kelok, menjalar, dan membelit atau mengait dalam susunan khas. Contohnya Talas-talasan, Pandan merambat, Palem dan Rotan.Selain itu terdapat herba besar seperti Jahe, Pisang dan Marantaceae. Epifit merupakan bentuk kehidupan lain yang berlimpah-limpah di hutan tropis basah. Epifit tidak berakar di tanah tetapi menempel pada tumbuhan lain terutama pohon. Contohnya: Paku-pakuan dan Anggrek. Tumbuhan lain yang tumbuh di hutan tropis basah adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga hidupnya bersifat saprofit dan parasit. Contohnya : Rafflesia Arnoldi.
Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim
Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Beberapa palem terdapat di hutan ini. Contoh : di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Banyak jenis pohon hutan musim Indonesia yang menghasilkan Kayu, Minyak dan Makanan seperti Pohon Jati (Tectona grandis L.f), Cendana (Saltanum album), Kayu Putih (Melaleuca leucadendra), Kemiri (Aleurites moluccanus) dan Asam Jawa (Tamarindus indica).
Keanekaragaman Tumbuhan di Lahan Hutan Savana
Savana ditemukan di daerah kering di Indonesia. Jenis tumbuhan yang mendominasi adalah Rumput-rumputan dan Herba, sedangkan pohon jarang ditemukan. Umumnya tumbuhan yang banyak ditemukan adalah tumbuhan Xerofit seperti kaktus.
D. Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Pelestarian secara In Situ
Pelestarian ini adalah pelesatarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di tempat hidup aslinya (habitatnya). Pelesatarian ini dilakukan pada makhluk hidup yang memerlukan habitat khusus atau makhluk hidup yang dapat menyebabkan bahaya pada kehidupan makhluk hidup lainnya jika dipindahkan ke tempat lain. Contoh : Taman Nasional dan Cagar Alam.
Pelestarian secara Ex- Situ
Pelestarian ini adalah pelestarian keanekaragaman hayati (Tumbuhan dan Hewan) dengan cara dikeluarkan dari habitatnya dan dipelihara di tempat lain. Pelestarian secara ex-situ dapat dilakukan melalui cara-cara seperti kebun koleksi, kebun plasma nutfah, kebun raya, dan kebun binatang.
E. Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia
•Bahan Pangan
Misalnya : Padi (Oryza sativa), Jagung (Zea mays), Gandum (Triticum), Ayam (Gallus gallus domesticus), Sapi (Bos taurus), Bayam (Amaranthus), Kangkung (Ipomoea aquatica), Sawi (Brassica rapa var. Parachinensis), Kubis (Brassica oleracea var. Capitata), Mangga (Mangifera Indica), Apel (Malus domestica Borkh), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio).
•Bahan Sandang
Misalnya : Kapas, Ulat Sutra untuk membuat kain sutera yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, kulit hewan seperti sapi atau kambing bisa digunakan untuk membuat Jaket, Kulit Sapi bisa digunakan untuk membuat sepatu, bulu burung digunakan untuk membuat aksesori pakaian.
•Bahan Bangunan dan Alat- Alat Rumah Tangga
Beberapa jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai sumber bahan bangunan dan alat- alat rumah tangga antara lain : Jati, Mahoni, Sonokeling, Bangkirai, Sengon, Kruing, Ulin, Kelapa dan Bambu.
•Budidaya
Misalnya: Dengan memelihara Ayam Petelur, Pedaging, Sapi Perah, usaha perikanan air tawar dan sebagainya. Selain keanekaragaman hayati yang tinggi dapat pula dijadikan masyarakat sebagai sumber pendapatan, misalnya : sebagai bahan bangunan dan alat- alat rumah tangga, bahan baku industri dan rempah- rempah. Jati dan Mahoni dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri ukir, teh dan kopi sebagai bahan baku industri minuman, kenangan dan nilam sebagai bahan baku industri minyak wangi.
•Sumber Plasma Nutfah
Plasma Nutfah berguna untuk merakit varietas unggul pada suatu spesies. Misalnya: spesies tahan terhadap suatu penyakit atau memiliki produktivitas tinggi.
•Keilmuwan
Tumbuhan dikembangkan manusia melalui usaha pertanian, sedangkan hewan dikembangkan melalui kegiatan peternakan. Salah satu cara dilakukan manusia untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan mengupayakan perkembangbiakan secara vegatif buatan seperti mencangkok, menempel, menyambung, merunduk dan stek.
•Bahan Obat-Obatan
Banyak jenis tumbuhan dan hewan dapat dijadikan bahan obat- obatan seperti Kencur (Kaempferia galanga), Jahe (Zingiber officinale),Temulawak (Curcuma zanthorrhiza), Adas, Sirih, Mengkudu (Morinda citrifolia), Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dan sebagainya.
•Keindahan
Tanaman dapat dimanfaatkan sebagai hiasan karena dapat menjadikan pemandangan sekitar terlihat indah dan asri. Contohnya bunga Mawar dan Anggrek. Selain tanaman yang dapat dimanfaatkan keindahannya, hewan pun dapat dimanfaatkan untuk keindahan. Misalnya : Burung Beo (Gracula religiosa) dapat dinikmati keindahan suaranya dan burung merak serta Burung Cendrawasih (Paradisaeidae) dinikmati keindahan warna bulunya.
F. Klasifikasi Keanekaragaman Hayati
Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi disebut tasksonomi.
Tujuan : untuk ingin mempelajari hewan ataupun tumbuhan sebagai objek study dapat lebih mudah menentukan kelompok hewan ataupun tumbuhannya.
Manfaat :
C. Keanekaragaman Hayati di Indonesia
1. Persebaran Hewan (Fauna) di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis, berada di antara dua benua yaitu benua Asia dan Autralia. Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Berdasarkan letak Geografisnya, wilayah Indonesia dilewati oleh dua garis khayal yaitu Garis Wallace dan Garis Weber. Kedua garis khayal ini menyebabkan terjadinya perbedaan persebaran hewan di Indonesia.
Daerah di Sebelah Barat Garis Weber
Meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Di daerah ini ditemukan berbagai jenis fauna oriental. Jenis–jenis fauna tersebut adalah Gajah (Elephas maximus), Tapir (Acrocodia indica), Badak Bercula Satu (Rhinoceros sundaicus), Harimau Sumatera (Panthera tigris-sumatranus), Orang Utan (Mawas Pongo pygmaeus) dan Beruang Madu (Helarctos malayanus). Tipe fauna Oriental dicirikan dengan hewan menyusui yang berukuran besar, berbagai macam Kera dan Ikan Air Tawar.
Daerah di Sebelah Timur Garis Weber
Wilayah Indonesia yang ada di sebelah timur Garis Wallace memiliki berbagai jenis fauna Autralian yaitu berbagai jenis burung dengan warna bulu yang mencolok. Misalnya: Kasuari (Casuarius casuarius), Cenderawasih, Kakaktua (Cacatua galerita), Nuri (Tanygnathus sumatranus)dan Parkit. Jenis fauna lainnya yaitu Komodo (Varanus komodoensis), Babi Rusa (Babyrousa babyrussa)dan Kuskus (Phalanger spp.).
Daerah Peralihan (Wilayah Wallacea)
Daerah peralihan adalah daerah di antara dua garis Wallace dan Weber. Disebut juga wilayah Wallacea. Semakin ke timur dari garis Wallace, jumlah fauna Oriental semakin berkurang. Sebaliknya semakin ke barat dari garis Weber fauna Australian semakin berkurang. Sementara itu hewan- hewan oriental, misalnya: Burung Hantu (Otus migicus beccarii), Bajing (Callosciurus nigrevitatus) dan Babi (Artamus leucorynchus) melintasi Garis Wallace sampai ke Sulawesi. Hewan Australian yang lainnya, misalnya : Anoa (Anoa depressicornis), Maleo (Macrocephalon maleo).
2. Persebaran Tumbuhan (Flora) di Indonesia
Flora Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia dan Papua Nugini. Indonesia memiliki 2 di antara lima bioma di dunia yaitu bioma hutan hujan tropis dan bioma savana. Tumbuhan khas Malesiana yang terkenal adalah Raflesia arnoldi (Bunga Raflesia). Penyebaran Raflesia meliputi Sumatera (Aceh dan Bengkulu), Malaysia, Kalimantan dan Jawa. Selain itu, terdapat juga Amorphophallus titanum yang sering disebut Bunga Bangkai yang terdapat di Sumatera. Keanekaragaman tumbuhan lainnya yang bernilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan antara lain tumbuhan berbuah seperti Durian (Durio Zibethinus), Rambutan (Nephellium lappacium), Kedondong (Spondias dulcis), Salak (Salacca edulis), dan masih banyak buah- buahan khas tropis lainnya.
Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis
Sifat mencolok dari hutan ini adalah ditemukannya Liana, yaitu tumbuhan berakar ke tanah mempunyai batang panjang, agak ramping, berkelok- kelok, menjalar, dan membelit atau mengait dalam susunan khas. Contohnya Talas-talasan, Pandan merambat, Palem dan Rotan.Selain itu terdapat herba besar seperti Jahe, Pisang dan Marantaceae. Epifit merupakan bentuk kehidupan lain yang berlimpah-limpah di hutan tropis basah. Epifit tidak berakar di tanah tetapi menempel pada tumbuhan lain terutama pohon. Contohnya: Paku-pakuan dan Anggrek. Tumbuhan lain yang tumbuh di hutan tropis basah adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga hidupnya bersifat saprofit dan parasit. Contohnya : Rafflesia Arnoldi.
Rafflesia Arnoldi
Talas-talasan
Paku-pakuan
Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim
Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Beberapa palem terdapat di hutan ini. Contoh : di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Banyak jenis pohon hutan musim Indonesia yang menghasilkan Kayu, Minyak dan Makanan seperti Pohon Jati (Tectona grandis L.f), Cendana (Saltanum album), Kayu Putih (Melaleuca leucadendra), Kemiri (Aleurites moluccanus) dan Asam Jawa (Tamarindus indica).
Pohon Jati
Pohon Cendana
Pohon Kayu Putih
Keanekaragaman Tumbuhan di Lahan Hutan Savana
Savana ditemukan di daerah kering di Indonesia. Jenis tumbuhan yang mendominasi adalah Rumput-rumputan dan Herba, sedangkan pohon jarang ditemukan. Umumnya tumbuhan yang banyak ditemukan adalah tumbuhan Xerofit seperti kaktus.
D. Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Pelestarian secara In Situ
Pelestarian ini adalah pelesatarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di tempat hidup aslinya (habitatnya). Pelesatarian ini dilakukan pada makhluk hidup yang memerlukan habitat khusus atau makhluk hidup yang dapat menyebabkan bahaya pada kehidupan makhluk hidup lainnya jika dipindahkan ke tempat lain. Contoh : Taman Nasional dan Cagar Alam.
Pelestarian secara Ex- Situ
Pelestarian ini adalah pelestarian keanekaragaman hayati (Tumbuhan dan Hewan) dengan cara dikeluarkan dari habitatnya dan dipelihara di tempat lain. Pelestarian secara ex-situ dapat dilakukan melalui cara-cara seperti kebun koleksi, kebun plasma nutfah, kebun raya, dan kebun binatang.
E. Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia
•Bahan Pangan
Misalnya : Padi (Oryza sativa), Jagung (Zea mays), Gandum (Triticum), Ayam (Gallus gallus domesticus), Sapi (Bos taurus), Bayam (Amaranthus), Kangkung (Ipomoea aquatica), Sawi (Brassica rapa var. Parachinensis), Kubis (Brassica oleracea var. Capitata), Mangga (Mangifera Indica), Apel (Malus domestica Borkh), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio).
•Bahan Sandang
Misalnya : Kapas, Ulat Sutra untuk membuat kain sutera yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, kulit hewan seperti sapi atau kambing bisa digunakan untuk membuat Jaket, Kulit Sapi bisa digunakan untuk membuat sepatu, bulu burung digunakan untuk membuat aksesori pakaian.
•Bahan Bangunan dan Alat- Alat Rumah Tangga
Beberapa jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai sumber bahan bangunan dan alat- alat rumah tangga antara lain : Jati, Mahoni, Sonokeling, Bangkirai, Sengon, Kruing, Ulin, Kelapa dan Bambu.
•Budidaya
Misalnya: Dengan memelihara Ayam Petelur, Pedaging, Sapi Perah, usaha perikanan air tawar dan sebagainya. Selain keanekaragaman hayati yang tinggi dapat pula dijadikan masyarakat sebagai sumber pendapatan, misalnya : sebagai bahan bangunan dan alat- alat rumah tangga, bahan baku industri dan rempah- rempah. Jati dan Mahoni dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri ukir, teh dan kopi sebagai bahan baku industri minuman, kenangan dan nilam sebagai bahan baku industri minyak wangi.
•Sumber Plasma Nutfah
Plasma Nutfah berguna untuk merakit varietas unggul pada suatu spesies. Misalnya: spesies tahan terhadap suatu penyakit atau memiliki produktivitas tinggi.
•Keilmuwan
Tumbuhan dikembangkan manusia melalui usaha pertanian, sedangkan hewan dikembangkan melalui kegiatan peternakan. Salah satu cara dilakukan manusia untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan mengupayakan perkembangbiakan secara vegatif buatan seperti mencangkok, menempel, menyambung, merunduk dan stek.
•Bahan Obat-Obatan
Banyak jenis tumbuhan dan hewan dapat dijadikan bahan obat- obatan seperti Kencur (Kaempferia galanga), Jahe (Zingiber officinale),Temulawak (Curcuma zanthorrhiza), Adas, Sirih, Mengkudu (Morinda citrifolia), Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dan sebagainya.
•Keindahan
Tanaman dapat dimanfaatkan sebagai hiasan karena dapat menjadikan pemandangan sekitar terlihat indah dan asri. Contohnya bunga Mawar dan Anggrek. Selain tanaman yang dapat dimanfaatkan keindahannya, hewan pun dapat dimanfaatkan untuk keindahan. Misalnya : Burung Beo (Gracula religiosa) dapat dinikmati keindahan suaranya dan burung merak serta Burung Cendrawasih (Paradisaeidae) dinikmati keindahan warna bulunya.
F. Klasifikasi Keanekaragaman Hayati
Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi disebut tasksonomi.
Tujuan : untuk ingin mempelajari hewan ataupun tumbuhan sebagai objek study dapat lebih mudah menentukan kelompok hewan ataupun tumbuhannya.
Manfaat :
- Untuk penelitian lebih lanjut sehingga makhluk hidup yang telah dikenal melalui klasifikasi dapat lebih dimanfaatkan.
- Untuk mempelajari agar dapat melestarikan keanekaragaman hayati
- Untuk mengetahui hubungan antara organisme satu dengan yang lainnya
Klasifikasi dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu :
a. Kingdom
(Kerajaan)
Kingdom
merupakan tingkat takson teringgi yang
membagi makhluk hidup menjadi 6 golongan pokok yaitu :
- Archbacteria
- Eubacteria
- Protista
- Fungi
- Plantae
- Animalia
b. Filum
atau Divisi (Keluarga Besar)
Kingdom
dibagi menjadi
filum-filum (untuk hewan) dan
divisi-divisi (untuk tumbuhan).Untuk hewan, kategori ini terdiri atas semua hewan yang
memiliki prinsip dasar sama, misalnya :
- Homo
Sapiens (manusia) dan
Chanos chanos (bandeng), memiliki bentuk dan
habitat berbeda, tetapi prinsip dasarnya sama yaitu memiliki tulang belakang(vertebrae)
- Filum
Arthoropoda terdiri dari berbagai hewan dengan bentuk tubuh berbeda, tetapi prinsip dasarnya sama yaitu kakinya terdiri atas segmen-segmen yang
memiliki persendian.
c. Class
(Kelas)
Divisi
dibagi menjadi kelas-kelas menurut ciri-ciri yang
masih umum.
Pada kelompok hewan, kelas terdiri dari semua hewan yang
berbentuk atas adanya perbedaan sekunder dari prinsip dasar dasar filumnya.
d. Ordo(Bangsa)
Ordo membagi kelas kedalam ciri yang
lebih khusus lagi, misalkan subkelas Magnoliidae dibagi lagi antara lain
menjadi ordo
Magnoliales dan
ordo Ranunculales.
Pada hewan, kategori ini terdiri dari semua hewan yang
mengacu pada
pelaksanaan dari prinsip-prinsip kelas.
e. Famili (Suku)
Dari
Ordo kemudian ke famili , anggota-anggota semakin memiliki ciri khusus yang
sama serta perbedaannya yang
semakin kecil. Kategori ini mencakup semua organisasi yang
genus-genusnya dianggap berasal dari nenek moyang yang
sama.
f. Genus
(Marga)
Dari Famili kemudian dibagi lagi menjadi
Genus, contoh Terong dan Tomat terlihat berbeda , tetapi dimasukan ke dalam satu
genus yang sama yaitu
Solanum. Kategori ini mencakup sema jenis yang
menunjukan persamaan struktur alat reproduksinya.
g. Spesies (Jenis)
Makhluk hidup yang
satu spesies memiliki jumlah serta susunan kromosan yang
sama . Jika sesama individu satu spesies kawin , maka akan dihasilkan keturunan yang
fertil.
Terakhir, mari kita simak video berikut ini :
Sumber :

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar