Kamis, 07 Mei 2020

MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI KELAS 10

KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITAS)


Kompetensi Dasar :
3.2 Menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia beserta ancaman dan pelestariannya beserta ancaman dan pelestariannya.
4.2 Menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia dan usulan upaya pelestariannya.

A. Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman keadaan yang bermacam-macam terhadap suatu benda yang terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal, ukutan, bentuk, tekstur maupun jumlah.
Hayati sesuatu yang hidup.
Keanekaragaman hayati keberagaman dari mahluk hidup yang bisa terjadi akibat adanya perbedan-perbedaan, di antaranya perbedaan bentuk, ukuran, warna, jumlah tekstur, penampilan dan juga sifat-sifatnya.
Keanekaragaman hayati merupakan beranekaragamnya makhluk hidup dalam suatu lingkungan tertentu. Keanekaragaman tersebut berdasarkan pada ciri-ciri dan sifat yang diamati. Keanekaragaman hayati ditimbulkan oleh 2 faktor, yakni faktor gen dan faktor lingkungan. Keanekaragaman hayati menyebabkan tumbuhnya berbagai jenis hewan dan tanaman yang ada dilingkungan sekitar kita. Keanekaragaman tidak hanya terjadi pada antar jenis, akan tetapi dalam satu jenispun terdapat keanekaragaman. Variasi merupakan perbedaan yang terdapat pada suatu individu dalam satu spesies. Faktor penyebab terjadinya variasi pada makhluk hidup diantaranya adalah :
  1. Faktor luar, misalnya dikarenakan oleh suhu, tanah, dan makanan.
  2. Faktor dari dalam, misalnya rekombinasi dari gen.
B. Tingkat Keanekaragaman Hayati

Adapun keanekagaraman hayati mencakup 3 tingkatan. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya.

1. Keanekaragaman Tingkat Gen

Keanekaragaman tingkat genetik terjadi karena adanya keanekaragaman susunan gen. Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanyaKombinasi tersebut menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas yang terjadi secara alami atau secara buatan.
Faktor lain yang berperan memengaruhi keanekaragaman gen yaitu lingkungan. Sifat yang muncul pada individu merupakan interaksi antara gen dengan lingkungan.
Ciri-ciri keanekaragaman genetik :
  • Nama ilmiah sama
  • Adanya variasi
  • Perbedaan morfologi tidak terlalu mencolok
Contoh :
- Bunga mawar (Rosa hybrida)
Salah satu contoh lainnya ada pada bunga mawar. Meski sama-sama bunga mawar dan mempunyai nama spesies Rosa hybrida, tetapi warna mahkota pada bunga mawar bisa berbeda. Hal ini karena susunan gen penyusun bunga mawar yang satu dengan bunga mawar yang lain berbeda.
- Lalat buah
Contoh lain juga terjadi pada lalat buah (Drosophila melanogaster). Kalau kita perhatikan dari gambar, meskipun sama-sama lalat buah, tapi mata lalat ini bisa berbeda. Lalat yang satu berwarna merah, dan yang satunya berwarna putih. Ini pun menunjukkan bahwa adanya keanekaragaman genetik.
- Buah mangga
Bagi yang suka makan mangga tentu kalian mengenal beberapa ragam jenis mangga. Seperti mangga manalagi, mangga golek, mangga gadung, mangga arum manis atau mangga apel. Dari sisi buahnya mangga-mangga tersebut memiliki rasa dan tekstur yang berbeda-beda begitupun dari segi penampilan fisik tanamannya. Hal ini disebabkan karena susunan gennya yang berbeda.

2. Keanekaragaman Tingkat Jenis

Keanekaragaman jenis merupakan variasi sifat dan karkateristik antar-individu yang berbeda jenis/spesies dalam satu family dalam suatu habitat tertentuKeanekaragaman jenis terbentuk karena adanya perbedaan struktur, bentuk, kenampakan dan frekuensi gen. Keanekaragaman jenis dimulai dari tingkat genus sampai tingkat kingdom. Keanekaragaman jenis mudah diamati karena memiliki perbedaan yang mencolok.
Ciri-ciri keanekaragaman jenis :
  • Tidak ada variasi
  • Nama ilmiah berbeda
  • Perbedaan morfologi mencolok
Contoh :
- Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda.

- Contoh lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing. Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya.

- Contoh pada kelapa, aren, pinang, dan lontar kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga.

3. Keanekaragaman Tingat Ekosistem


Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotikKomponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uniseluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multiseluler). Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnyaInteraksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik disebut ekosistemDi dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknyaHubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem
Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistemPerbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim yang berpengaruh terhadap perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini juga mempengaruhi jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah.
Ciri-ciri keanekaragaman ekosistem yaitu memiliki vegetasi yang khas untuk setiap ekosistemnya.
Contoh : padang rumput sintetis, ekosistem koniver (pinus), ekosistem tundra (lumut) dll.

C. Keanekaragaman Hayati di Indonesia


1. Persebaran Hewan (Fauna) di Indonesia




Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis, berada di antara dua benua yaitu benua Asia dan AutraliaIndonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannyaIndonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Berdasarkan letak Geografisnya, wilayah Indonesia dilewati oleh dua garis khayal yaitu Garis Wallace dan Garis Weber. Kedua garis khayal ini menyebabkan terjadinya perbedaan persebaran hewan di Indonesia.


Daerah di Sebelah Barat Garis Weber





Meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Di daerah ini ditemukan berbagai jenis fauna oriental. Jenisjenis fauna tersebut adalah Gajah (Elephas maximus), Tapir (Acrocodia indica), Badak Bercula Satu (Rhinoceros sundaicus), Harimau Sumatera (Panthera tigris-sumatranus), Orang Utan (Mawas Pongo pygmaeus) dan Beruang Madu (Helarctos malayanus)Tipe fauna Oriental dicirikan dengan hewan menyusui yang berukuran besar, berbagai macam Kera dan Ikan Air Tawar.


Daerah di Sebelah Timur Garis Weber





Wilayah Indonesia yang ada di sebelah timur Garis Wallace memiliki berbagai jenis fauna Autralian yaitu berbagai jenis burung dengan warna bulu yang mencolokMisalnya: Kasuari (Casuarius casuarius), Cenderawasih, Kakaktua (Cacatua galerita), Nuri (Tanygnathus sumatranus)dan Parkit. Jenis fauna lainnya yaitu Komodo (Varanus komodoensis), Babi Rusa (Babyrousa babyrussa)dan Kuskus (Phalanger spp.).


Daerah Peralihan (Wilayah Wallacea)





Daerah peralihan adalah daerah di antara dua garis Wallace dan Weber. Disebut juga wilayah WallaceaSemakin ke timur dari garis Wallace, jumlah fauna Oriental semakin berkurang. Sebaliknya semakin ke barat dari garis Weber fauna Australian semakin berkurangSementara itu hewan- hewan oriental, misalnya: Burung Hantu (Otus migicus beccarii), Bajing (Callosciurus nigrevitatus) dan Babi (Artamus leucorynchus) melintasi Garis Wallace sampai ke Sulawesi. Hewan Australian yang lainnya, misalnya : Anoa (Anoa depressicornis), Maleo (Macrocephalon maleo).


2. Persebaran Tumbuhan (Flora) di Indonesia


Flora Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia dan Papua NuginiIndonesia memiliki 2 di antara lima bioma di dunia yaitu bioma hutan hujan tropis dan bioma savanaTumbuhan khas Malesiana yang terkenal adalah Raflesia arnoldi (Bunga Raflesia). Penyebaran Raflesia meliputi Sumatera (Aceh dan Bengkulu), Malaysia, Kalimantan dan JawaSelain itu, terdapat juga Amorphophallus titanum yang sering disebut Bunga Bangkai yang terdapat di Sumatera. Keanekaragaman tumbuhan lainnya yang bernilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan antara lain tumbuhan berbuah seperti Durian (Durio Zibethinus), Rambutan (Nephellium lappacium), Kedondong (Spondias dulcis), Salak (Salacca edulis), dan masih banyak buah- buahan khas tropis lainnya.


Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis 


Sifat mencolok dari hutan ini adalah ditemukannya Liana, yaitu tumbuhan berakar ke tanah mempunyai batang panjang, agak ramping, berkelok- kelok, menjalar, dan membelit atau mengait dalam susunan khas. Contohnya Talas-talasan, Pandan merambat, Palem dan Rotan.Selain itu terdapat herba besar seperti Jahe, Pisang dan MarantaceaeEpifit merupakan bentuk kehidupan lain yang berlimpah-limpah di hutan tropis basah. Epifit tidak berakar di tanah tetapi menempel pada tumbuhan lain terutama pohon. Contohnya: Paku-pakuan dan AnggrekTumbuhan  lain yang tumbuh di hutan tropis basah adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga hidupnya bersifat saprofit dan parasit. Contohnya : Rafflesia Arnoldi.



 Rafflesia Arnoldi
 Talas-talasan
 Paku-pakuan


Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim


Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnyaBeberapa palem terdapat di hutan iniContoh : di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Banyak jenis pohon hutan musim Indonesia yang menghasilkan Kayu, Minyak dan Makanan seperti Pohon Jati (Tectona grandis L.f), Cendana (Saltanum album), Kayu Putih (Melaleuca leucadendra), Kemiri (Aleurites moluccanus) dan Asam Jawa (Tamarindus indica).



 Pohon Jati
 Pohon Cendana
Pohon Kayu Putih


Keanekaragaman Tumbuhan di Lahan Hutan Savana


Savana ditemukan di daerah kering di Indonesia. Jenis tumbuhan yang mendominasi adalah Rumput-rumputan dan Herba, sedangkan pohon jarang ditemukanUmumnya tumbuhan yang banyak ditemukan adalah tumbuhan Xerofit seperti kaktus.





D. Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati


Pelestarian secara In Situ

Pelestarian ini adalah pelesatarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di tempat hidup aslinya (habitatnya). Pelesatarian ini dilakukan pada makhluk hidup yang memerlukan habitat khusus atau makhluk hidup yang dapat menyebabkan bahaya pada kehidupan makhluk hidup lainnya jika dipindahkan ke tempat lain. Contoh : Taman Nasional dan Cagar Alam.


Pelestarian secara Ex- Situ


Pelestarian ini adalah pelestarian keanekaragaman hayati (Tumbuhan dan Hewan) dengan cara dikeluarkan dari habitatnya dan dipelihara di tempat lain.  Pelestarian secara ex-situ dapat dilakukan melalui cara-cara seperti kebun koleksi, kebun plasma nutfah, kebun raya, dan kebun binatang.


E. Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Bahan Pangan

Misalnya : Padi (Oryza sativa), Jagung (Zea mays), Gandum (Triticum), Ayam (Gallus gallus domesticus), Sapi (Bos taurus), Bayam (Amaranthus), Kangkung (Ipomoea aquatica), Sawi (Brassica rapa var. Parachinensis), Kubis (Brassica oleracea var. Capitata), Mangga (Mangifera Indica), Apel (Malus domestica Borkh), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio).


Bahan Sandang


Misalnya : Kapas, Ulat Sutra untuk membuat kain sutera yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, kulit hewan seperti sapi atau kambing bisa digunakan untuk membuat Jaket, Kulit Sapi bisa digunakan untuk membuat sepatu, bulu burung digunakan untuk membuat aksesori pakaian.


Bahan Bangunan dan Alat- Alat Rumah Tangga


Beberapa jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai sumber bahan bangunan dan alat- alat rumah tangga antara lain : Jati, Mahoni, Sonokeling, Bangkirai, Sengon, Kruing, Ulin, Kelapa dan Bambu.


Budidaya


Misalnya: Dengan memelihara Ayam Petelur, Pedaging, Sapi Perah, usaha perikanan air tawar dan sebagainya. Selain keanekaragaman hayati yang tinggi dapat pula dijadikan masyarakat sebagai sumber pendapatan, misalnya : sebagai bahan bangunan dan alat- alat rumah tangga, bahan baku industri dan rempah- rempahJati dan Mahoni dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri ukir, teh dan kopi sebagai bahan baku industri minuman, kenangan dan nilam sebagai bahan baku industri minyak wangi


Sumber Plasma Nutfah


Plasma Nutfah berguna untuk merakit varietas unggul pada suatu spesies. Misalnya: spesies tahan terhadap suatu penyakit atau memiliki produktivitas tinggi.


Keilmuwan


Tumbuhan dikembangkan manusia melalui usaha pertanian, sedangkan hewan dikembangkan melalui kegiatan peternakan. Salah satu cara dilakukan manusia untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan mengupayakan perkembangbiakan secara vegatif buatan seperti mencangkok, menempel, menyambung, merunduk dan stek.


Bahan Obat-Obatan


Banyak jenis tumbuhan dan hewan dapat dijadikan bahan obat- obatan seperti Kencur (Kaempferia galanga), Jahe (Zingiber officinale),Temulawak (Curcuma zanthorrhiza), Adas, Sirih, Mengkudu (Morinda citrifolia), Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dan sebagainya.


Keindahan


Tanaman dapat dimanfaatkan sebagai hiasan karena dapat menjadikan pemandangan sekitar terlihat indah dan asri. Contohnya bunga Mawar dan Anggrek. Selain tanaman yang dapat dimanfaatkan keindahannya, hewan pun dapat dimanfaatkan untuk keindahanMisalnya : Burung Beo (Gracula religiosa) dapat dinikmati keindahan suaranya dan burung merak serta Burung Cendrawasih (Paradisaeidae) dinikmati keindahan warna bulunya


F. Klasifikasi Keanekaragaman Hayati

Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi disebut tasksonomi.

Tujuan : untuk ingin mempelajari hewan ataupun tumbuhan sebagai objek study dapat lebih mudah menentukan kelompok hewan ataupun tumbuhannya.


Manfaat :
  1. Untuk penelitian lebih lanjut sehingga makhluk hidup yang telah dikenal melalui klasifikasi dapat lebih dimanfaatkan.
  2. Untuk mempelajari agar dapat melestarikan keanekaragaman hayati
  3. Untuk mengetahui hubungan antara organisme satu dengan yang lainnya

Klasifikasi dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu :

a. Kingdom (Kerajaan)

Kingdom merupakan tingkat takson teringgi yang membagi makhluk hidup menjadi 6 golongan pokok yaitu :
- Archbacteria
- Eubacteria
- Protista
- Fungi
- Plantae
- Animalia 

b. Filum atau Divisi (Keluarga Besar)

Kingdom dibagi menjadi filum-filum (untuk hewan) dan divisi-divisi (untuk tumbuhan).Untuk hewan, kategori ini terdiri atas semua hewan yang memiliki prinsip dasar sama, misalnya :
- Homo Sapiens (manusia) dan Chanos chanos (bandeng), memiliki bentuk dan habitat berbeda, tetapi prinsip dasarnya sama yaitu memiliki tulang belakang(vertebrae)
- Filum Arthoropoda terdiri dari berbagai hewan dengan bentuk tubuh berbeda, tetapi prinsip dasarnya sama yaitu kakinya terdiri atas segmen-segmen yang memiliki persendian.

c. Class (Kelas)

Divisi dibagi menjadi kelas-kelas menurut ciri-ciri yang masih umum. Pada kelompok hewan, kelas terdiri dari semua hewan yang berbentuk atas adanya perbedaan sekunder dari prinsip dasar dasar filumnya.

d. Ordo(Bangsa)

Ordo membagi kelas kedalam ciri yang lebih khusus lagi, misalkan subkelas Magnoliidae dibagi lagi antara lain menjadi ordo Magnoliales dan ordo Ranunculales. Pada hewan, kategori ini terdiri dari semua hewan yang mengacu pada pelaksanaan dari prinsip-prinsip kelas.

e. Famili (Suku)

Dari Ordo kemudian ke famili , anggota-anggota semakin memiliki ciri khusus yang sama serta perbedaannya yang semakin kecil. Kategori ini mencakup semua organisasi yang genus-genusnya dianggap berasal dari nenek moyang yang sama.

f. Genus (Marga)

Dari Famili kemudian dibagi lagi menjadi Genus, contoh Terong dan Tomat terlihat berbeda , tetapi dimasukan ke dalam satu genus yang sama yaitu Solanum. Kategori ini mencakup sema jenis yang menunjukan persamaan struktur alat reproduksinya.

g. Spesies (Jenis)

Makhluk hidup yang satu spesies memiliki jumlah serta susunan kromosan yang sama . Jika sesama individu satu spesies kawin , maka akan dihasilkan keturunan yang fertil.

Terakhir, mari kita simak video berikut ini :


Sumber : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI KELAS 10

KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITAS) Kompetensi Dasar : 3.2   Menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia ...